Studi awal menunjukkan, pendekatan terpadu antara obat GLP-1 dan pendampingan digital mampu menghasilkan penurunan berat badan sekitar 14,7% dalam 18 bulan pada populasi Asia multietnis (n=708). Hasil tersebut mendekati temuan uji klinis, dan kontribusi pendampingan digital terbukti signifikan.
SINGAPURA, 22 April 2026 /PRNewswire/ — Obat GLP-1 mulai mengubah pendekatan dalam penanganan obesitas. Namun, hasilnya masih tertinggal dari temuan uji klinis—rata-rata penurunan berat badan hanya sekitar 9% dalam 12 bulan, lebih rendah dibandingkan angka penurunan berat badan sebesar 15% yang tercapai dalam studi penting seperti uji klinis STEP 1. Kesenjangan ini dipengaruhi sejumlah faktor, mulai dari tingginya angka penghentian terapi, penggunaan dosis yang belum optimal, hingga dukungan yang masih terbatas untuk perubahan perilaku yang terstruktur.
Sebuah studi terbaru yang telah melalui proses peer-review dan dipublikasikan di International Journal of Obesity (Springer Nature) menunjukkan, NOVI Health berhasil mengatasi kesenjangan tersebut.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Bekerja sama dengan Saw Swee Hock School of Public Health, National University of Singapore, studi ini melibatkan 708 orang dewasa yang mengikuti program NOVI Optimum Plus. Program ini merupakan layanan penanganan obesitas yang dipimpin dokter, memadukan obat agonis reseptor GLP-1, pendampingan digital berbasiskan aplikasi, serta dukungan perubahan gaya hidup yang dirancang sesuai kebutuhan peserta program.
Hasil utama: rata-rata penurunan berat badan tercatat sekitar 12,7% dalam 12 bulan dan 14,7% dalam 18 bulan—setara dengan hasil uji klinis dan jauh melampaui hasil terapi GLP-1 di dunia nyata.
Tidak Hanya Mengandalkan Obat
Studi ini menegaskan, keberhasilan terapi tidak hanya bergantung pada obat. Peserta yang aktif menggunakan platform digital NOVI terbukti meraih hasil yang lebih baik.
- Peserta program yang aktif menggunakan platform digital NOVI mencatat tambahan penurunan berat badan sekitar 2,0–2,2 poin persentase dibandingkan peserta program yang kurang aktif—setara dengan peningkatan relatif sekitar 15%
- Penurunan indeks massa tubuh (BMI) juga lebih besar, yakni sekitar 0,72 kg/m²
- Tambahan penurunan tekanan darah sistolik hingga 2,9 mmHg.
Hasil Setiap Pasien Berbeda
Studi ini melibatkan populasi multietnis (sekitar 45% Asia Timur, 27% Eropa, 13% Asia Selatan, 10% Asia Tenggara), serta menunjukkan variasi respons terapi yang signifikan. Peserta program keturunan Asia Timur dan peserta program dengan hiperglikemia cenderung mengalami penurunan berat badan yang lebih rendah, sementara peserta program keturunan Eropa dan kelompok etnis campuran mencatat hasil penurunan berat badan yang lebih besar.
"Pendekatan seragam dalam terapi GLP-1 tidak selalu efektif di Asia," ujar Sue-Anne Toh, Co-founder sekaligus Medical Director, NOVI Health, Adjunct Associate Professor di NUS Yong Loo Lin School of Medicine, dan penulis senior dalam studi ini. "Perbedaan profil metabolik serta latar belakang etnis membutuhkan pendekatan yang lebih personal. Inilah yang menjadi dasar pengembangan model hibrida yang kami terapkan."
Dampak Metabolik yang Lebih Luas
Selama periode studi, peserta juga mengalami:
- Penurunan tekanan darah sistolik sekitar 12 mmHg
- Penurunan persentase lemak tubuh sekitar 9%
- Penurunan rasio pinggang-pinggul dari 0,83 menjadi 0,80 (berdasarkan estimasi model)
- Penurunan HbA1c sekitar 0,6%
Tentang NOVI Health
NOVI Health merupakan perusahaan kesehatan preventif dan metabolik berbasiskan teknologi yang berkantor pusat di Singapura. NOVI melayani pasien multietnis melalui program manajemen berat badan, kesehatan metabolik, dan peningkatan kesehatan jangka panjang (longevity).
Informasi selengkapnya: www.novi-health.com dan akun @novihealth di Instagram dan LinkedIn.













